Esteem & Belonging5 Film Drama Keluarga yang Bikin Kita Lebih Menghargai Sesama - Sagu Hati

October 10, 20180

Berkeluarga, adalah impian bagi setiap orang. Namun, apakah kehidupan setelah pernikahan selalu mendatangkan kebahagiaan? Nyatanya, tidak ada satu pun orang hidup di dunia ini tanpa masalah. Di saat-saat sulit seperti itulah terkadang kita membutuhkan bantuan orang lain agar kita mampu melaluinya dengan tenang.. Maka, persoalan pelik sekaligus dinamika hidup inilah yang kemudian banyak digambarkan lewat film-film dengan akting para pemainnya yang memukau.

Film drama keluarga selama ini dikemas bagaimana menampilkan pengalaman ikatan yang terjadi antara sesama. Salah satu hal yang membuat film drama keluarga begitu berkesan adalah kala cerita itu mampu menggali hubungan interpersonal atas dua atau lebih anggotanya. Beberapa film drama keluarga yang  mampu secara dalam menampilkan dinamika konflik yang mengaduk emosi tentunya akan tetap diingat hingga kini.  Film-film ini pun banyak muncul di era 1980-1990-an, sebut saja beberapa judul seperti, Free Willy, Lassie, My Girl, The Joy Luck Club, Father and the Bride dan masih banyak lagi.

Kami pun punya daftar film drama keluarga yang di antaranya menghadirkan rasa simpati, haru, tawa, sekaligus cinta. Deretan film yang akan membuat kita lebih mensyukuri hidup sekaligus menghargai dan menjaga sesama. Adakah salah satunya jadi favorit kamu?

Sweet Home Alabama (2002)

film
sumber: BBC

Meski, drama komedi percintaan dan orang ketiga lebih melekat dalam film ini, namun banyak hikmah tentang nilai-nilai yang semestinya dibangun dalam sebuah pernikahan. Sang tokoh utama, Melanie Smooter Carmicahael diperankan Reese Whiterspoon adalah sosok wanita yang sudah memiliki segalanya, termasuk karir mapan sebagai desainer fesyen ternama di New York. Dalam percintaan, kisahnya tak kalah menarik, ia dilamar oleh seorang pria tampan dan mapan, Andrew Hennings (Patrick Dempsey).

Gayung pun bersambut, siapa wanita yang tak ingin bersanding dengan Andrew? Sayangnya, Melanie tak bisa memutuskan begitu saja, ia harus kembali ke kampung halaman di Alabama, tempat di mana ia dibesarkan. Di sana pula, ia meminta sang suami terdahulu Jake Perry (Josh Lucas), untuk segera menandatangani surat perceraian. Di sinilah, mulai timbul dilema dalam diri Melanie, akankah ia kembali ke pelukan sang suami atau malah bersanding dengan Andrew?

The Pursuit of Happyness ( 2006)

film
sumber: theirishtimes

Mungkin banyak orang menyebut jika film ini lebih tepat masuk kategori biografi yang lebih banyak bicara tentang bisnis dan motivasi. Namun, film yang terinspirasi dari buku memoir perjalanan hidup Chris Gardner ini juga banyak menampilkan kasih sayang seorang ayah yang tiada tara bagi putra semata wayangnya.

Chris yang diperankan begitu apik oleh aktor Will Smith, adalah seorang salesman scanner tulang portable X-ray paruh waktu yang akhirnya gagal memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Sang istri pun akhirnya sudah tidak tahan hidup bersama Chris, ia memutuskan untuk pergi. Kehilangan istri sekaligus tempat tinggal, Chris dan sang anak Christopher (Jaden Smith) harus hidup menggelandang, pindah dari satu tempat ke tempat lain.

Pada suatu kesempatan, Chris berhasil masuk ke firma broker ternama, meski tanpa digaji. Dari sinilah, ia unjuk kompetensi dan perjalanan karinya mulai menanjak perlahan. Sesuai judulnya, film ini mengajarkan kita untuk tidak menyerah pada keadaan begitu saja. Kebahagiaan sejatinya adalah sesuatu yang harus diperjuangkan. Setuju?

 

P.S I Love You (2007)

film
sumber: alconentertainment

Bagaimana rasanya kehilangan pasangan hidup di saat usia pernikahan masih seumur jagung? Itulah tragedi yang dialami oleh Holly diperankan aktris Hillary Swank. Sang suami Gerry (Gerard Butler) mengidap suatu penyakit hingga meninggal dunia di usianya yang masih relatif muda. Pasca kepergian Gerry selamanya, hari-hari yang dijalani Holly sangat berat seperti, mengurung diri berminggu-minggu, bahkan  malas mengurus diri dan apartemennya.

Hingga di hari ulang tahunnya yang ke-30, Holly mendapat kejutan dari sang ibu Patricia (Kathy Bates), serta para sahabatnya. Dari sinilah, Holly mulai kembali menemukan semangat ketika mendengar rekaman suara mendiang suami. Setiap harinya, ia juga menerima surat-surat  dari Gerry yang seolah menjadi penuntun Holly untuk kembali menata hidup. Dalam film ini, juga digambarkan betapa sosok ibu mampu menjadi penguat bagi Holly di saat hidupnya mengalami kerumitan. Film ini sendiri diadaptasi dari novel berjudul sama yang ditulis Cecelia Ahern.

Mama Mia (2008)

film
sumber: pinterest

Film drama komedi musikal yang bisa dibilang bertaburan banyak bintang ini berkisah tentang seorang calon mempelai wanita Sophie (Amanda Seyfried) yang akan segera menikah dengan pria idamannya Sky (Dominic Cooper). Namun, yang menjadi masalah, Sophie tidak pernah mengenal ayah kandungnya, padahal ia ingin sekali bisa didampingi sang ayah saat menikah. Sementara sang ibu, Donna (Meryl Streep) tidak pernah membuka identitas ayah kandung Sophie selama bertahun-tahun.

Sophie pun mulai melakukan pencarian dimulai dari buku harian sang ibu. Sayangnya, tidak ada petunjuk jelas di sana. Ia lalu mengundang Sam Carmichael (Pierce Brosnan), Harry Bright (Colin Firth), dan Bill Anderson (Stellan Skarsgård) untuk datang ke pesta pernikahannya dengan harapan bahwa salah satu dari ketiga pria ini adalah ayahnya.

Crazy Rich Asians (2018)

film
sumber: themarysue

Last but not least, film yang paling banyak dibicarakan di tahun 2018 ini adalah Crazy Rich Asians. Cerita yang diadaptasi dari novel karya Kevin Kwan ini sebenarnya bukanlah sebuah kisah baru dalam dunia percintaan dan keluarga.

Namun, dinamika konflik yang mendapat sentuhan sejarah, kebudayaan, bahasa dan logat orang-orang keturunan Tiongkok inilah yang menjadi menarik. Selain karakter tokoh utamanya yang menarik dan diperankan cukup apik oleh Rachel (Constance Wu) dan Nick (Henry Golding) , juga ada sosok sang ibu alias calon mertua Rachel, Eleanor (Michelle Yeoh) yang meski terlihat seperti dingin dan sinis, namun tetap menunjukkan sisi naluri keibuannya.

Crazy Rich Asians juga menjadi film Hollywood yang menampilkan semua aktor dan aktris keturunan Asia dalam 25 tahun terakhir, setelah The Joy Luck Club. Tak heran, jika film ini juga mendapat sambutan hangat di kalangan warga kulit berwarna di Amerika Serikat sendiri. Sosok Rachel Wu setidaknya menjadi representasi para New Yorker yang cerdas, pekerja keras, sekaligus sebagai warga keturunan.

Nah, bagaimana dengan kamu? Punya film drama keluarga favorit sendiri? 🙂

*berbagaisumber

Baca juga: The Vow: Sebuah Film yang Berkisah Perjuangan Cinta Tanpa Lelah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.