Craft & Wedding5 Tradisi Pernikahan Mengerikan Ini Ternyata Pernah Terjadi - Sagu Hati

September 17, 20180

Resepsi pernikahan yang biasanya kerap dipenuhi dengan nuansa yang menyenangkan, ternyata pernah mengalami tradisi cukup aneh. Misalnya, melemparkan ikat kaos kaki ke arah kerumunan tamu, meminta para sahabat tamu untuk mengenakan gaun yang sama, atau secara publik menunjuk kawan yang masih jomblo.

Suasana resepsi semacam itu pastinya tidak biasa, namun bagaimana dengan suasana resepsi pernikahan yang diselingi ritual memanggil arwah, penculikan, dan tradisi mengerikan lainnya di masa lalu yang membuat pernikahan modern di masa kini terkesan lebih ramah. Berikut sedikit ulasannya..

Para wanita di China bisa menangis selama sebulan sebelum hari pernikahan

pernikahan
sumber: madeinchina.com

Bagi para orang Tujia di Zhangjiajie, China, para wanita yang akan menikah secara tradisional menangis selama sejam dalam sehari di bulan sebelum hari pernikahan tiba. Di hari terakhir, ibu sang mempelai, nenek, hingga saudara-saudara perempuan juga turut menangis. Mengapa demikian? Ternyata hal itu mengacu pada periode negara perang, pada sebuah zaman penghujung dinasti Zhou di China.

Berdasarkan sumber China Daily, para ibu sang calon mempelai di masa dinasti tersebut biasanya akan bersimpuh di kaki para putrinya yang akan menikah dengan gelimang air mata. Namun, sempat muncul versi lain tentang tradisi calon mempelai menangis ini, yakni karena mereka tidak bisa bebas memilih lelaki yang akan menjadi suami.

Tudung pernikahan punya sejarah kelam

pernikahan
sumber: npr

Seorang ahli sejarah Susan Waggoner, mengatakan kepada Brides, bahwa tradisi jadul tudung yang membungkus kepala hingga kaki sang mempelai wanita pada dasarnya berupaya merepresentasikan kesederhanaan dan gadis yang belum tersentuh. Ya, tudung seolah menjadi simbol keperawanan.

Namun, ternyata ada alasan lain mengapa mereka menggunakannya. Beberapa sumber mengatakan, tudung pernikahan digunakan sebagai bagian aturan pernikahan, di mana para mempelai pria dipaksa untuk menikah dengan mempelai wanita asing. Hal ini menandakan bahwa tudung lebih merepresentasikan kepentingan finansial dibandingkan kecocokan pribadi.

Pengiring pengantin dulu memiliki tugas yang mengerikan

bridesmaid
sumber: detik

Pengiring pengantin atau lebih dikenal dengan istilah bridesmaid ternyata dulunya memiliki tugas yang cukup menyeramkan. Dengan berpakaian mirip dengan sang mempelai wanita, para pengiring ini dianggap akan mampu mengecoh roh jahat yang berupaya ingin mengutuk si mempelai wanita di hari pernikahan.

“Merelakan sang putri menikah” dulunya merupakan bentuk transaksi

pernikahan
sumber: mantra exclusive

Bagi kebanyakan mempelai wanita, menikah tanpa didampingi sang ayah berjalan menuju altar mungkin tidak akan sempurna. Versi modern, tradisi ini memang masih berlangsung untuk menghormati sang ayah, namun ternyata dalam sejarahnya, hal ini malah lebih sentimentil. Seorang ayah merelakan sang putri dinikahi hanya demi tujuan transaksi, misalnya melunasi utang, atau meredakan konflik, berdasarkan Southern Living. Namun, di masa kini, tradisi ini tak lagi dimaknai sebagai “suap”, hanya sebagai bentuk penghormatan kepada ayah yang sudah menua.

Bagi sebagian pasangan, kematian adalah awal pernikahan yang bahagia

pernikahan
sumber: deccan chronicle

Pernah mendengar istilah pernikahan anumerta yang menjadi tradisi beberapa di negara tertentu? Ya, anumerta adalah sebuah pernikahan yang melibatkan antara orang yang masih hidup dan sudah meninggal. Percaya atau tidak, tradisi menikahi seseorang yang telah mati ini telah berlangsung di China selama 3000 tahun.

Namun kini, tradisi semacam itu bisa dianggap tindak kriminal di China. Misalnya saja, tahun 2013 lalu, empat orang pria ditangkap dan dipenjara lantaran menggali kuburan wanita yang sudah mati, agar tubuhnya bisa dijual untuk melakukan tradisi pernikahan macam itu.

Bahkan, di Prancis dan Korea, pernikahan anumerta dinyatakan legal. Meski, alasan di balik itu tidak masuk akal, pernikahan model ini kerap menyayat hati, lantaran dilakukan para pasangan yang tadinya mau menikah, namun salah satunya sudah lebih dulu meninggal sebelum sempat menyatakan janji suci hidup bersama.

Sumber: theinsider

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.