Craft & Wedding7 Gaun Pengantin Unik Royal Wedding Sepanjang Sejarah - Sagu Hati

March 19, 20190

Royal wedding bukan hanya sekedar penyatuan dua manusia dan keluarganya dalam ikatan janji suci hingga maut memisahkan. Ini merupakan pertunjukan nasional dan internasional di mana menarik perhatian banyak orang, media, dan tamu-tamu berkelas  yang turut mengucap syukur atas pasangan berbahagia.

Salah satu aspek yang kerap menjadi sorotan, selain acaranya sendiri adalah gaun pengantin sang putri. Sejak berabad lamanya, gaun pengantin mempelai wanita dalam pernikahan kerajaan kerap menunjukkan status kesejahteraan dibanding rasa personal. Namun sejak abad 18, gaun pengantin  royal wedding mulai menunjukkan sentuhan personal bahkan menjadi tradisi dalam pernikahan kerajaan selanjutnya.

Gaun pengantin putih mungkin menjadi tradisi banyak pernikahan kerajaan di beberapa negara. Sejarawan Carolyn Harris pun mencoba untuk merangkum beberapa gaun pengantin yang cenderung unik dan inovatif di masanya. Tak lupa, ada beberapa pengantin juga yang tampil dengan warna warni berani dan kaya bordiran di mana turut merepresentasikan budaya negerinya masing-masing:

1. Putri Irina (Rusia)

gaun pengantin
sumber: pinterest

Tradisi pernikahan kerajaan Rusia biasanya merepresentasikan para mempelai wanita dengan gaun “berat”, hingga sulit bergerak sepanjang acara. Namun, tradisi itu perlahan berubah ketika Putri Irina Alexandrovna menikah dengan Pangeran Felix di Anichkoy Palace tahun 1914. Ia memutuskan untuk tidak menggunakan gaun formil seperti halnya tradisi pernikahan kerajaan di masa lalu.

Dalam sebuah memoar milik Felix, tersirat bahwa gaun pengantin Irina sangat anggun terbuat dari satin putih dengan bordiran berwarna perak memanjang. Sedangkan, tudungnya berbalut tiara, kristal dan berlian. Model gaun Irina pun sontak memengaruhi banyak gaun-gaun pengantin ke depannya terutama di era 1920-an.

2. Ratu Elizabeth (Inggris)      

gaun pengantin
sumber: pinterest

Lady Elizabeth Bowes-Lyon (atau lebih dikenal sebagai Ratu Elizabeth, ratu para ibu) pernah menjadi bridesmaid di pernikahan putri Mary, sepupunya. Layaknya sang sepupu, ia pun juga menggunakan sentuhan personal terhadap gaun pengantinnya saat menikah dengan Duke of York (Raja George VI) di Westminister Abbey tahun 1923.

Gaun pengantin chiffon sutera lengan pendek warna gading  ini kemudian merefleksikan tren fesyen di awal 1920-an.  Meniru gaya “jatuh” pinggang  dan siluet terurai yang pernah dipopulerkan desainer Prancis Coco Chanel. Gaun ini juga memanjang di dua bagian tubuh, satu pinggang, dan satunya lagi di bahu.

 

3. Wallis Simpson, Duchess of Windsor

gaun pengantin
sumber: pinterest

Pernikahan antara Duke of Windsor Raja Edward VIII dan Wallis Simpson, menjadi royal wedding paling kontroversial di abad 20. Pernikahan yang digelar di Chateau de Candein Prancis tahun 1937 ini, bahkan sempat diboikot keluarga kerajaan lantaran Wallis adalah seorang janda yang bercerai sampai 2 kali. Alhasil, pernikahan mereka pun digelar tidak menurut tradisi kerajaan, dan seperti inilah penampakan gaun pengantin Wallis:

Berdasarkan laporan majalah TIME, ia menggunakan gaun di mana banyak departement store di AS berlomba menjual model serupa. Wallis tampak sederhana dengan gaun biru bahan crepe lembut ketat berpadu kancing yang membentuk tubuh lengkap dengan aksesoris topi, sepatu dan sarung tangan begitu pas. Tak lupa, bros berlian sapphire turut menghiasi penampilan di hari bahagia-nya.

 

4. Ayako Moriya (Jepang)

gaun pengantin
sumber: hellomagazine

Setelah royal wedding para putri di negara Barat, tak lupa bahwa Asia juga memiliki ragam budaya yang turut direpresentasikan para putri kerajaan di hari bahagia-nya. Misalnya saja, Ayako Moriya yang menggunakan kouchiki merah saat menikah dengan pegawai perusahaan kapal Kei Moriya. Ia mengenakan sebuah jubah panjang berlengan lebar dan rok terpisah naga bakama berwarna cokelat.

5. Ratu Jetsun Pema (Bhutan)

gaun pengantin
sumber: hellomagazine

Ratu Jetsun Pema asal Bhutan sebelumnya merupakan orang kalangan biasa sebelum menikah dengan Raja Jigme Khesar Namgyel Wangchuck dalam tradisi upacara Buddha. Sang permaisuri  semakin terlihat jelita di hari bahagianya saat mengenakan gaun tradisional keemasan dengan print multi warna dan perhiasan pelengkap. Mereka menikah di Punakha Dzong, sebuah kota kuno, Punakha, tahun 2011 lalu.

6. Putri Noor bint Asem (Yordania)

gaun pengantin
sumber: vogue

Putri Noor bint Asem sempat menikah dengan Pangeran Hamzah bin Hussen tahun 2003. Sayangnya, mereka bercerai pada tahun 2009 lalu. Kini, sang putri telah menemukan tambatan hati baru yakni seorang pengusaha Saudi Arabia, Amr Zedan. Pasangan ini merayakan hari bahagia mereka di King Hussen bin Talal Convention Center 2018 lalu.

Di usianya yang ke 36, Putri Noor terlihat cantik menawan dengan balutan gaun pengantin putih panjang bercahaya berbalut manik dan bordiran. Tak lupa, ikat pinggang dan payet kristal yang menghiasi lengan tipis sang putri. Dikutip dari Vogue, karya elegan tersebut dirancang oleh seorang desainer couture asal Lebanon, Elie Saab.

7. Dayangku Raabi’atul Adawiyyah (Brunei)

gaun pengantin
sumber: TIME

Satu lagi royal wedding teranyar dari Asia Tenggara, kala akad suci  antara Dayangku Raabi’atul Adawiyyah Pangiran Haji Bolkiah dan Pangeran Abdul Malik  digelar  di Istana Nurul Iman Bandar Seri Begawan tahun 2015 lalu. Kedua mempelai sama-sama menggunakan busana keemasan lengkap dengan berlian dan batu-batu berharga lainnya.

Sang putri juga melengkapi pakaian tertutupnya dengan tiara berlian bertatahkan 6 batu zamrud, kalung berlian besar terdiri dari sekitar 15 batu zamrud,  gelang kaki emas murni, serta sepatu bertahta berlian rancangan Christian Loboutin. Kemewahan tak hanya sampai di situ, bahkan buket pernikahannya pun terbuat dari batu permata, bukan sekedar bunga pada umumnya.

 

Thehistoryextra/Theinsider/Vogue

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp chat