Craft & WeddingHari Bumi & Resepsi Nikah Ramah Lingkungan - Sagu Hati

April 25, 20190
nikah
sumber: tahoe unveiled

Setiap tanggal 22 April kita selalu memperingati hari bumi sedunia, namun apakah kita sebagai penghuni bumi sudah maksimal melakukan upaya penyelamatan di tengah kerusakan lingkungan yang kian parah?  Mungkin kita lupa, bahwa resepsi pernikahan juga bisa menjadi salah satu sumber penyumbang sampah dan limbah yang besar.

Misalnya saja, pernikahan rata-rata di Amerika Serikat (AS) menghasilkan total 62 ton karbon dioksida serta 400-600 pon (200-300 kg) sampah dalam sehari. Maka, tak heran  makin banyak pasangan yang berupaya menggelar pesta menikah yang ramah lingkungan, termasuk di Indonesia.

Mereka fokus terhadap keberlanjutan sumber alam dengan memilah ragam produk vendor dari mulai venue, bunga, gaun, undangan (stationary), dan sajian makanan. Tujuannnya adalah untuk mendaur ulang, menggunakan kembali sumber daya demi mengurangi sampah.

Menurut Rachel Sylvester, editor gaya hidup majalah Real Simple seperti dikutip AP, kunci sukses menggelar resepsi ramah lingkungan adalah dengan memberitahu para perencana pernikahan dan vendor mengenai rencana tersebut.

“Fleksibilitas dan kreativitas sangat penting dalam hal ini,”kata Sylvester.

Sedangkan, penggerak gagasan zero waste Bea Johnson mengungkapkan, semakin sedikit tamu diundang, maka akan semakin mudah resepsi ramah lingkungan terwujud lantaran makin sedikit pula sampah yang dihasilkan. Berikut adalah beberapa tips yang bisa kamu dan pasangan lakukan untuk membantu kondisi lingkungan agar tidak lebih rusak lagi:

Sajian makanan dan dekorasi

Pilih peralatan makan otentik (piring, gelas, sendok) dibandingkan menggunakan yang sekali buang. Hal ini bisa dikomunikasikan pada vendor katering bersangkutan. Sedangkan, untuk makanan, kamu bisa meminta pihak katering untuk menyajikan makanan segar, bukan produk olahan dan cepat saji.

Jangan lupa untuk menyediakan wadah untuk makanan sisa yang bisa dibagikan ke pihak keluarga dekat atau panitia pernikahan. Tak jarang, resepsi pernikahan juga meninggalkan masalah, apabila makanan yang bersisa terlalu banyak. Di meja makan, bisa dihias dekor warna warni buah, sayuran, maupun bunga yang bisa dibawa pulang para tamu.

Undangan dan souvenir

Di era serba digital, bukan hanya pesan yang bisa disampaikan secepat kilat, tapi juga undangan pernikahan. Tentunya, demi mengurangi sampah, kamu bisa membuat undangan berbasis digital. Namun, jika tetap ingin menggunakan undangan fisik untuk anggota keluarga dan kerabat dekat, kamu bisa meminta vendor menggunakan kertas daur ulang dengan tinta dari tumbuhan.

Sedangkan untuk kenang-kenangan, berilah souvenir yang bermanfaat bagi para tamu dan tanpa kemasan plastik (yang sampahnya sulit terurai). Misalnya, memberi cokelat, madu, sabun handmade atau tas kantong untuk belanja atau menyimpan barang sehari-hari.

Gaun dan setelan

Seperti halnya perlengkapan lainnya, gaun pengantin dan setelan pria pun bisa disewa. Beberapa desainer bahkan merancang gaun pengantin dari kain-kain perca dan sisa daripada hanya terbuang di tong sampah. Jika ingin membuat baju baru, bahan katun dan sutera yang relatif ramah lingkungan bisa dipertimbangkan.

Pernikahan ramah lingkungan cukup jadi tren di Prancis. Tahun ini, saya mendesain gaun untuk pengantin yang terbuat dari bahan-bahan lawas gaun penganting ibunya dulu,”kata Laetitia Drouet dari Kamelion Couture.

Venue

Dengan memilih lokasi outdoor atau ruang terbuka, maka penggunaan listrik pun bisa diminimalisasi. Selain itu, lokasi terbuka juga rata-rata tidak memerlukan dekorasi berlebih, karena pemandangan alamnya sudah tersedia. Jika ingin tetap dilakukan di indoor (dalam gedung), maka pilihlah waktu di siang hari.

 

Diolah dari AP/Brides

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
WhatsApp chat