Craft & Wedding#LivingMemory 01: Sagu Hati "Silence" Template Series Collection - Sagu Hati

May 27, 20170

Sagu Hati is synonymous with “tanda mata” or “giveaway” offers simple yet playful aesthetic illustrated goods. We work especially on personalized invitation and favors for your beloved relatives in any special moment. Based on the favor’s history and culture, as a human being we are wired to connect. So, these collections are inspired by how we define the identity, interests, and experiences in our daily life-We collaborate with one of Indonesia’s talented designer and art visual named Ahdiyat Nur Hartata for our first collections. He graduated from Faculty of Fine Art and Design ITB Bandung. He has worked at several advertising and branding agency in Jakarta.

sagu hati souvenir
dok. Sagu Hati

 

 

Sagu Hati berupaya menggagas tema-tema, seperti identitas, makna, dan simbol yang terinspirasi dari teori interpretivisme simbolik yang diperkenalkan oleh antropolog AS, Clifford Geertz pada tahun 1970-an. Ia memandang jika kebudayaan merupakan suatu sistem simbol yang harus dipahami, diterjemahkan, dan diinterpretasi. Melalui makna dan simbol inilah kita sebagai manusia berupaya mendefinisikan dunia sendiri, mengekspresikan perasaan-perasaan, membuat penilaian dan bersikap dalam hidup.

“SILENCE” menjadi seri tema pertama dalam peluncuran koleksi desain template perdana Sagu Hati. Tema ini menggambarkan impian dan aspirasi sebagian besar orang akan kondisi ideal dalam menjalani sebuah hubungan di tengah beragam tantangan dan cobaan. Lewat sebuah  perenungan akan menjadi refleksi diri atas perasaan, keinginan bawah sadar, dan fantasi seseorang tentang suatu peristiwa atau kejadian tertentu yang paling penting dalam hidupnya.

Tidak ada  formula rahasia untuk bangkit dari kegagalan hidup, kesedihan, atau pengkhianatan. Tapi, jika kita melewati hari demi hari untuk berupaya memampukan diri, maka pasti tiba saatnya bagi kita untuk berubah, tumbuh, bahkan menjadi pribadi lebih baik.

Sebagai makhluk sosial, kita semua selalu terhubung dengan cinta secara alami. Itulah mengapa kita akan selalu kembali saling mencintai, meski ada rasa kepahitan dan kehilangan. Kami percaya, anugerah Tuhan terhadap masa hidup kita yang singkat ini harus diisi dengan nila-nilai positif dan kebersamaan.

Memang, selalu ada perbedaan dalam harmoni.

Namun, saat kita mampu saling menemukan koneksi atas nilai-nilai dan pengalaman bersama, seharusnya kita selalu punya alasan untuk peduli dengan orang-orang yang kita cintai. Meski akan tiba saatnya nanti, kala beberapa orang dalam hidup akan meninggalkan kita satu per satu hanya sekedar memberi pelajaran berharga tentang makna hidup.

Dan, suatu saat nanti kita juga akan menjadi kenangan bagi sebagian orang. Pertanyaannya, kamu mau diingat seperti apa?

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
WhatsApp chat